Detail Update

Detail Update

Berjihad dengan Ilmu: Meneguhkan Peradaban Islam Meluas

Card image cap

Oleh: Djoko Iriandono*)

Dalam perspektif Islam, jihad tidak hanya dimaknai sebagai perjuangan fisik di medan perang seperti halnya rakyat Palestina saat ini, tetapi juga mencakup segala upaya untuk menegakkan kebenaran, keadilan, dan kemaslahatan umat. Salah satu bentuk jihad yang paling mulia terutama bagi para guru adalah jihad dengan ilmu, yaitu berjuang melalui pengetahuan, pendidikan, dan penyebaran pemikiran yang mendorong kemajuan peradaban. 

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: 

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ 

"Tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya." (QS. At-Taubah: 122) 

Ayat ini menunjukkan bahwa jihad ilmu memiliki kedudukan yang sangat penting dalam Islam. Tanpa ilmu, umat Islam akan mudah terjebak dalam kebodohan, keterbelakangan, dan ketergantungan pada pihak lain. 

Makna Jihad dengan Ilmu 

1. Ilmu sebagai Senjata Umat Islam 

Di era globalisasi, persaingan peradaban tidak lagi hanya ditentukan oleh kekuatan fisik, tetapi juga oleh penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Umat Islam harus menyadari bahwa ilmu adalah senjata strategis untuk mempertahankan eksistensi dan martabatnya di tengah peradaban dunia. 

Rasulullah SAW bersabda: 

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ 

"Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim) 

Hadis ini menunjukkan bahwa mencari ilmu adalah bagian dari jihad fi sabilillah. 

2. Ilmu sebagai Pembeda antara Hak dan Batil 

Dengan ilmu, seseorang dapat membedakan antara kebenaran dan kesesatan. Tanpa ilmu, seseorang mudah terjerumus dalam pemikiran yang keliru, fanatisme buta, atau bahkan ekstremisme. 

Allah SWT berfirman: 

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ 

"Katakanlah: 'Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?'” (QS. Az-Zumar: 9) 

Ayat ini menegaskan bahwa ilmu adalah pembeda utama antara orang yang beriman dengan pemahaman yang benar dan orang yang terjebak dalam kebodohan. 

Peran Ulama dan Cendekiawan Muslim dalam Jihad Ilmu 

1. Ulama sebagai Pewaris Nabi 

Rasulullah SAW bersabda: 

إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ 

"Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi) 

Ini menunjukkan bahwa tugas ulama dan cendekiawan Muslim adalah melanjutkan misi kenabian, yaitu menyebarkan ilmu, membimbing umat, dan melawan kebodohan. 

2. Tanggung Jawab Ilmuwan Muslim di Era Modern 

Di tengah gempuran pemikiran sekuler, materialisme, dan budaya hedonisme, ilmuwan Muslim harus mengambil peran: 

  • Memperkuat keilmuan Islam melalui penelitian dan pengembangan sains yang selaras dengan nilai-nilai Islam. 
  • Membongkar narasi-narasi yang merusak pemikiran umat, seperti Islamophobia, sekularisme ekstrem, dan relativisme moral. 
  • Mengintegrasikan ilmu dunia dan akhirat, sehingga umat Islam tidak hanya unggul dalam teknologi tetapi juga memiliki akidah yang kokoh. 

Strategi Berjihad dengan Ilmu 

1. Pendidikan yang Berkualitas 

Umat Islam harus memprioritaskan pendidikan yang holistik, menggabungkan ilmu agama dan sains modern. Sistem pendidikan Islam klasik, seperti madrasah Nizamiyah dan universitas Al-Azhar, telah melahirkan banyak ilmuwan besar seperti Ibnu Sina, Al-Khawarizmi, dan Imam Ghazali. 

2. Penguasaan Teknologi dan Media 

Di era digital, jihad ilmu juga harus dilakukan melalui: 

  • Media sosial untuk menyebarkan konten edukatif. 
  • Pengembangan teknologi Islami, seperti fintech syariah, aplikasi Al-Qur’an, dan platform kajian keislaman. 
  • Melawan hoaks dan propaganda yang merusak citra Islam. 

3. Menghidupkan Tradisi Keilmuan Islam 

Umat Islam harus kembali menghidupkan tradisi: 

  • Mudzakarah (diskusi ilmiah) 
  • Penulisan buku dan artikel 
  • Rihlah ilmiyah (perjalanan mencari ilmu) 

Kesimpulan 

Berjihad dengan ilmu adalah kewajiban setiap Muslim, baik sebagai pelajar, pendidik, peneliti, atau dai. Dengan ilmu, umat Islam dapat bangkit dari keterpurukan, membangun peradaban yang unggul, dan menjaga kemurnian akidah. 

Sebagaimana pesan Imam Syafi’i: 

مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ 

"Barangsiapa menginginkan dunia, maka harus dengan ilmu. Dan barangsiapa menghendaki akhirat, maka harus dengan ilmu." 

Mari kita terus berkomitmen untuk menuntut ilmu, mengamalkannya, dan menyebarkannya sebagai bentuk jihad kita di zaman modern ini. 

Wallahu a’lam bish-shawab.

*) Kasi Kominfo BPIC.