Detail Sambutan

Detail Sambutan

Memperingati Hari Santri Nasional

4 menits baca

|

2026-10-22


Card image cap

Card image cap

SAMBUTAN KETUA UMUM BADAN PENGELOLA ISLAMIC CENTER (BPIC) KALIMANTAN TIMUR

DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI SANTRI NASIONAL

Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, suri teladan dalam menuntut ilmu, membangun akhlak, dan menebarkan kasih sayang bagi seluruh alam.

Atas nama Badan Pengelola Islamic Center Kalimantan Timur (BPIC Kaltim), saya mengucapkan Selamat Memperingati Hari Santri Nasional kepada seluruh santri, kiai, nyai, ustaz, ustazah, pengasuh pesantren, serta segenap keluarga besar pendidikan Islam di seluruh Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur.

Hari Santri Nasional bukan sekadar peringatan tahunan. Momentum ini mengajak kita untuk kembali merenungkan besarnya peran santri dalam perjalanan sejarah bangsa, sekaligus meneguhkan komitmen untuk mempersiapkan generasi Muslim yang berilmu, berakhlak mulia, mandiri, dan mampu menjawab tantangan zaman.

Sejarah bangsa Indonesia mencatat bahwa para santri dan ulama memiliki peran penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Dengan semangat keimanan, kecintaan kepada tanah air, dan keberanian membela kebenaran, mereka turut memberikan sumbangsih besar bagi tegaknya Indonesia. Semangat tersebut hendaknya tidak berhenti sebagai kenangan sejarah, tetapi terus hidup dalam sikap, pemikiran, dan pengabdian santri masa kini.

Di tengah perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, dan perubahan sosial yang berlangsung begitu cepat, tantangan santri semakin luas. Santri tidak cukup hanya memiliki pemahaman agama yang baik, tetapi juga perlu menguasai ilmu pengetahuan, memahami perkembangan teknologi, mengembangkan keterampilan, serta memiliki kemampuan berpikir kritis dan kreatif.

Namun, kemajuan ilmu dan teknologi harus tetap berpijak pada akhlak dan nilai-nilai ketuhanan. Kecerdasan tanpa akhlak dapat kehilangan arah, sedangkan penguasaan teknologi tanpa tanggung jawab dapat membawa kemudaratan. Karena itu, pendidikan santri perlu membangun keseimbangan antara kedalaman ilmu, kemuliaan akhlak, keluasan wawasan, dan kepedulian sosial.

Islamic Center Kalimantan Timur memandang pendidikan sebagai salah satu ikhtiar penting dalam membangun peradaban. Masjid bukan hanya tempat beribadah, melainkan juga pusat pembinaan umat, pengembangan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, dan penguatan kepedulian terhadap sesama.

Semangat Hari Santri hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk semakin menghidupkan fungsi masjid sebagai pusat pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Kita perlu membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk belajar agama, berdiskusi, mengembangkan potensi, memanfaatkan teknologi secara bijaksana, serta menumbuhkan semangat persaudaraan dan toleransi.

Kepada para santri, teruslah belajar dengan sungguh-sungguh. Hormatilah guru dan orang tua, rawatlah adab dalam menuntut ilmu, serta jadikan setiap pengetahuan yang diperoleh sebagai jalan untuk memberi manfaat kepada orang lain. Jangan pernah merasa rendah diri karena berasal dari pesantren atau lingkungan pendidikan sederhana. Banyak tokoh besar lahir dari kesungguhan belajar, ketekunan berjuang, dan keikhlasan dalam mengabdi.

Kepada para kiai, nyai, ustaz, ustazah, dan seluruh pendidik, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas dedikasi dalam membimbing generasi muda. Di tangan para pendidik, ilmu tidak sekadar disampaikan, tetapi juga ditanamkan melalui keteladanan. Dari kesabaran mendidik, ketulusan membimbing, dan doa yang tidak pernah putus, tumbuh generasi yang diharapkan mampu menjaga nilai-nilai agama sekaligus berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Kepada seluruh masyarakat, mari kita bangun kepedulian bersama terhadap pendidikan santri dan pesantren. Masa depan santri bukan hanya tanggung jawab pesantren, tetapi juga tanggung jawab keluarga, masyarakat, pemerintah, dan seluruh elemen bangsa. Dukungan terhadap pendidikan Islam merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang berintegritas, berdaya saing, dan memiliki kepedulian terhadap kemanusiaan.

Akhirnya, semoga peringatan Hari Santri Nasional semakin menguatkan keyakinan kita bahwa kemuliaan seseorang tidak hanya ditentukan oleh tingginya ilmu, tetapi juga oleh keluhuran akhlak dan besarnya manfaat yang diberikan kepada sesama.

Mari kita jadikan semangat santri sebagai energi untuk merawat persatuan, memperkuat keimanan, membangun ilmu pengetahuan, dan menghadirkan kemaslahatan bagi umat serta bangsa Indonesia.

Santri yang kuat imannya, luas ilmunya, luhur akhlaknya, dan nyata pengabdiannya adalah salah satu fondasi penting bagi masa depan Indonesia yang bermartabat.

Selamat Hari Santri Nasional. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing langkah kita dalam menuntut ilmu, menjaga persaudaraan, dan mengabdi demi terwujudnya masyarakat yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan sejahtera.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

 

Dr. Ir. H. Irianto Lambrie, M.M.
Ketua Umum
Badan Pengelola Islamic Center Kalimantan Timur (BPIC Kaltim)