Detail Sambutan

Detail Sambutan

SAMBUTAN KETUA UMUM BPIC

3 menits baca

|

1 hari yang lalu


Card image cap

Card image cap

Dalam Rangka Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang saya hormati para tokoh pendidikan, para guru, para orang tua, serta seluruh insan pendidikan yang saya banggakan.

Hari ini, kita tidak sekadar memperingati sebuah tanggal dalam kalender nasional. Kita sedang merayakan sebuah kesadaran—bahwa pendidikan adalah denyut nadi bangsa, dan masa depan Indonesia ditentukan oleh apa yang kita lakukan hari ini di ruang-ruang belajar.

Hari Pendidikan Nasional tahun 2026 mengusung tema:
“Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”

Sebuah tema yang sederhana, tetapi mengandung makna yang sangat dalam.

Para pembaca yang saya muliakan,

Kita semua sepakat bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Pendidikan adalah kerja bersama—kerja semesta.

Namun mari kita jujur sejenak.

Masih ada anak-anak kita yang belajar di ruang kelas yang hampir roboh.
Masih ada guru yang berjuang dengan keterbatasan, tetapi tetap berdiri di depan kelas dengan penuh dedikasi.
Masih ada ketimpangan yang membuat kualitas pendidikan terasa seperti dua dunia yang berbeda.

Di satu sisi, kita berbicara tentang digitalisasi, kecerdasan buatan, dan inovasi pembelajaran.
Di sisi lain, masih ada yang berjuang sekadar untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak.

Di sinilah makna “partisipasi semesta” diuji.
Apakah kita benar-benar terlibat?
Ataukah kita hanya menjadi penonton dari masalah yang terus berulang?

Saudara-saudara sekalian,

Ki Hajar Dewantara pernah mengajarkan kepada kita:
“Tut Wuri Handayani.”

Sebuah filosofi yang tidak hanya ditujukan kepada guru, tetapi kepada kita semua.

Bahwa di belakang, kita harus memberi dorongan.
Di tengah, kita harus membangun semangat.
Dan di depan, kita harus memberi teladan.

Artinya, pendidikan bukan hanya tentang mengajar.
Tetapi tentang menghadirkan kepedulian.

Peran Kita Semua

Hari ini saya ingin mengajak kita semua untuk tidak hanya berbicara tentang perubahan, tetapi menjadi bagian dari perubahan itu sendiri.

  • Pemerintah, hadirkan kebijakan yang tidak hanya bagus di atas kertas, tetapi nyata di lapangan.
  • Guru, teruslah menjadi cahaya, bahkan ketika keadaan belum sepenuhnya terang.
  • Orang tua, jadilah sekolah pertama yang membentuk karakter anak-anak kita.
  • Masyarakat dan dunia usaha, jangan berdiri di luar pagar pendidikan—masuklah dan ikut membangun.

Karena sesungguhnya, pendidikan yang bermutu tidak akan pernah lahir dari kerja sendiri-sendiri.

Menuju Indonesia Emas 2045

Kita sering berbicara tentang Indonesia Emas 2045.
Namun kita harus sadar—emas itu tidak muncul dengan sendirinya.

Ia ditempa.
Ia dibentuk.
Ia diperjuangkan.

Dan tempat menempa itu adalah pendidikan.

Jika hari ini kita gagal memperbaiki pendidikan, maka kita sedang menunda masa depan bangsa.
Namun jika hari ini kita bergerak bersama, maka kita sedang menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter.

Penutup

Hadirin yang saya hormati,

Mari kita jadikan Hardiknas bukan sekadar seremoni, tetapi momentum refleksi dan aksi.

Jangan biarkan jargon hanya menjadi kata.
Jangan biarkan harapan hanya menjadi wacana.

Mari kita hidupkan “partisipasi semesta” dalam tindakan nyata.

Karena pendidikan yang bermutu untuk semua tidak akan lahir dari satu tangan, tetapi dari kebersamaan kita semua.

Selamat Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026.
Mari kita bergerak bersama, untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

KETUA UMUM

 

 

Dr. Ir. H. Irianto Lambrie, M.M