1 menit baca
|
2026-06-07
|
4 kali
Terkadang, diam adalah pilihan terbaik ketika hati dan pikiran sedang dipenuhi oleh begitu banyak hal yang sulit dijelaskan. Tidak semua perasaan dapat diterjemahkan menjadi kata-kata, dan tidak semua pengalaman harus diceritakan kepada orang lain. Ada saat-saat ketika kita sendiri masih berusaha memahami apa yang sedang terjadi di dalam diri.
Diam bukan berarti menyerah, bukan pula tanda bahwa kita tidak memiliki jawaban. Diam sering kali menjadi ruang untuk menata kembali pikiran yang kusut, menenangkan emosi yang bergolak, dan menemukan makna di balik berbagai peristiwa yang kita alami. Dalam keheningan, kita belajar mendengarkan suara hati yang sering tenggelam oleh hiruk-pikuk kehidupan.
Kita juga tidak selalu harus menjelaskan setiap luka, kesedihan, atau kegelisahan kepada orang lain demi mendapatkan pengakuan atau validasi. Apa yang kita rasakan tetaplah nyata meskipun tidak semua orang memahaminya.
Karena itu, jika hari ini kata-kata terasa tidak cukup, izinkan diri Anda untuk diam sejenak. Beristirahatlah dalam keheningan, kumpulkan kembali kekuatan, dan percayalah bahwa tidak semua hal harus diucapkan untuk dapat dimengerti. Terkadang, diam adalah cara hati berbicara kepada dirinya sendiri.
Ketua Umum BPIC Kaltim
Dr. Ir. H. Irianto Lambrie, M.M.