Oleh: Djoko Iriandono*)
Ada sebuah ungkapan sederhana namun sarat makna:
“Orang yang bodoh adalah orang yang tidak mampu melihat peluang. Orang cerdas adalah orang yang mampu melihat dan menangkap peluang. Sedang orang sukses adalah orang yang mampu menciptakan peluang dan mengubahnya menjadi keberuntungan.”
Ungkapan tersebut mengajarkan bahwa kehidupan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan berpikir, tetapi juga oleh keberanian bertindak. Banyak orang memiliki kecerdasan, tetapi tidak semua memiliki keberanian untuk melangkah lebih dahulu.
Hal ini sejalan dengan pepatah terkenal dari Andrew Carnegie, seorang industrialis Scotlandia- Amerika Serikat, yang berbunyi:
“The first man gets the oyster, the second man gets the shell.”
Secara harfiah, pepatah itu berarti “Orang pertama mendapatkan tiramnya, sedangkan orang kedua hanya mendapatkan cangkangnya.” Namun makna yang sesungguhnya jauh lebih dalam. Pepatah ini mengajarkan bahwa orang yang berani bergerak lebih dulu (originator/initiator) biasanya akan mendapatkan peluang terbaik, sedangkan mereka yang terlalu lama menunggu (followers) sering kali hanya mendapatkan sisa-sisanya.
Dalam hidup, kesempatan tidak selalu datang dua kali dengan kualitas yang sama. Karena itu, orang yang sukses biasanya bukan hanya mereka yang pintar, tetapi mereka yang berani mengambil langkah ketika orang lain masih dipenuhi keraguan.
Ketika Peluang Datang, Tidak Semua Orang Mampu Melihatnya
Dalam kehidupan sehari-hari, peluang sebenarnya hadir di mana-mana. Namun tidak semua mata mampu melihatnya. Ada orang yang melihat masalah hanya sebagai beban. Tetapi ada pula yang melihat masalah sebagai pintu menuju perubahan.
Seorang pedagang kecil melihat ramainya orang berangkat kerja sebagai peluang untuk menjual sarapan. Seorang guru melihat kesulitan murid memahami pelajaran sebagai kesempatan menciptakan metode belajar yang lebih kreatif. Seorang pemuda di desa terpencil melihat keterbatasan akses informasi sebagai peluang membangun layanan digital bagi masyarakatnya.
Namun banyak orang justru sibuk mengeluh. Mereka terlalu fokus pada kekurangan hidup sehingga gagal menyadari bahwa peluang sering tersembunyi di balik kesulitan.
Mereka berkata:
“Modal saya tidak ada.”
“Pendidikan saya rendah.”
“Orang lain lebih beruntung.”
“Kesempatan hanya milik orang kaya.”
Padahal sejarah membuktikan bahwa banyak tokoh besar justru lahir dari keterbatasan. Mereka tidak menunggu keadaan sempurna. Mereka bergerak meski hidup terasa berat.
Kebodohan sejati bukanlah rendahnya pendidikan, melainkan ketidakmampuan melihat kemungkinan di balik keadaan.
Orang Cerdas Pandai Menangkap Kesempatan
Setingkat lebih baik adalah mereka yang mampu membaca peluang. Mereka peka terhadap perubahan. Mereka cepat belajar dan tidak membiarkan kesempatan berlalu begitu saja.
Orang-orang seperti ini biasanya memiliki pola pikir terbuka. Mereka memahami bahwa dunia terus berubah. Karena itu mereka mau belajar, beradaptasi, dan mengambil langkah ketika kesempatan datang.
Ketika teknologi berkembang, mereka belajar teknologi. Ketika masyarakat membutuhkan sesuatu yang baru, mereka hadir memberikan solusi. Ketika orang lain ragu, mereka mencoba.
Namun pada titik ini masih ada satu kelemahan besar. Banyak orang cerdas hanya menunggu peluang datang. Mereka pandai membaca keadaan, tetapi belum tentu mampu menciptakan keadaan baru.
Akibatnya, mereka sering menjadi “penonton cerdas” dalam kehidupan. Mereka tahu apa yang harus dilakukan, tetapi tidak cukup berani mengambil risiko untuk melahirkan perubahan.
Padahal dunia tidak hanya dimenangkan oleh orang pintar. Dunia lebih sering dimenangkan oleh mereka yang berani bertindak lebih dahulu.
Pepatah Andrew Carnegie tadi menjadi sangat relevan. Orang pertama yang bergerak akan mendapatkan “tiramnya”. Sedangkan mereka yang terlalu lama mempertimbangkan sering kali hanya mendapatkan “cangkangnya”.
Orang Sukses Tidak Menunggu Kesempatan
Inilah tingkatan tertinggi dalam perjalanan hidup manusia, yaitu: mampu menciptakan peluang.
Orang sukses tidak selalu memulai hidup dengan kondisi ideal. Mereka justru sering memulai dari keadaan sulit. Tetapi mereka memiliki satu kemampuan luar biasa, yaitu: mengubah keterbatasan menjadi kemungkinan.
Ketika lapangan pekerjaan sempit, mereka menciptakan usaha.
Ketika keadaan tidak mendukung, mereka menciptakan jalan alternatif.
Ketika orang lain menyerah, mereka memilih bertahan.
Mereka tidak berkata, “Saya menunggu kesempatan datang.”
Mereka berkata, “Saya akan menciptakan kesempatan itu.”
Inilah mentalitas para pejuang kehidupan.
Lihatlah bagaimana banyak pengusaha besar memulai usaha dari garasi kecil. Banyak penulis terkenal memulai dari naskah yang ditolak berkali-kali. Banyak guru hebat lahir dari pengalaman pahit dan keterbatasan fasilitas.
Mereka sukses bukan karena hidup selalu berpihak kepada mereka, tetapi karena mereka menolak menyerah pada keadaan.
Keberuntungan yang sering kita lihat sebenarnya bukan sesuatu yang jatuh dari langit begitu saja. Keberuntungan sering kali adalah hasil dari keberanian, kerja keras, konsistensi, dan kemampuan melihat celah yang tidak dilihat orang lain.
Kesuksesan Tidak Selalu Tentang Uang
Ada hal penting yang sering dilupakan banyak orang. Kesuksesan bukan hanya tentang materi. Kesuksesan juga tentang kebermanfaatan.
Seorang guru yang berhasil membentuk karakter muridnya adalah orang sukses. Seorang ayah yang mampu mendidik anak-anaknya menjadi pribadi baik juga adalah orang sukses. Seorang pemuda yang mampu membuka lapangan kerja kecil bagi tetangganya pun layak disebut sukses.
Karena sejatinya kesuksesan adalah ketika keberadaan kita mampu memberi arti bagi kehidupan orang lain.
Orang yang mampu menciptakan peluang biasanya tidak hanya memikirkan dirinya sendiri. Mereka berpikir lebih luas. Mereka melihat bagaimana sebuah ide bisa membantu banyak orang.
Dan di situlah keberuntungan sering datang tanpa disadari.
Jangan Takut Memulai dari Kecil
Salah satu alasan mengapa banyak orang gagal menciptakan peluang adalah karena terlalu takut memulai. Mereka ingin semuanya sempurna sejak awal. Mereka takut gagal, takut ditertawakan, dan takut dianggap tidak mampu.
Padahal semua hal besar selalu dimulai dari langkah kecil.
Pohon besar tumbuh dari biji kecil.
Bangunan megah dimulai dari satu batu pertama.
Kesuksesan besar lahir dari keberanian mencoba.
Tidak masalah jika hari ini kita belum sehebat orang lain. Tidak masalah jika langkah kita masih kecil. Yang terpenting adalah terus bergerak.
Karena orang yang terus berjalan akan lebih dekat pada tujuan dibanding orang yang hanya sibuk mengeluh di tempat.
Dunia Selalu Memberi Ruang bagi Mereka yang Kreatif
Hari ini dunia berubah sangat cepat. Teknologi berkembang. Cara manusia bekerja berubah. Persaingan semakin ketat. Dalam keadaan seperti ini, hanya orang-orang kreatif dan adaptif yang mampu bertahan.
Mereka yang mampu menciptakan peluang akan selalu menemukan jalan.
Ketika media sosial hadir, sebagian orang hanya menjadi penonton. Tetapi sebagian lainnya menjadikannya peluang usaha. Ketika pendidikan berubah ke arah digital, ada guru yang mengeluh. Namun ada pula yang menciptakan metode pembelajaran inovatif.
Perbedaannya terletak pada cara berpikir.
Orang yang selalu menunggu keadaan ideal akan tertinggal. Sedangkan mereka yang mampu beradaptasi akan terus berkembang.
Penutup
Pada akhirnya, hidup bukan tentang siapa yang paling sering mengeluh terhadap keadaan. Hidup adalah tentang siapa yang mampu bangkit, berpikir, dan bertindak.
Jangan menjadi orang yang tidak mampu melihat peluang.
Jangan pula berhenti hanya menjadi orang yang pandai menangkap peluang.
Belajarlah menjadi pribadi yang mampu menciptakan peluang, meski dalam keterbatasan. Sebab di sanalah letak perbedaan antara orang biasa dan orang yang benar-benar sukses.
Dan ingatlah pepatah Andrew Carnegie:
“The first man gets the oyster, the second man gets the shell.”
Karena dalam kehidupan, mereka yang berani melangkah lebih dahulu sering kali mendapatkan kesempatan terbaik. Sedangkan mereka yang terlalu lama menunggu hanya akan menjadi saksi keberhasilan orang lain.
Sesungguhnya, keberuntungan bukan sekadar nasib. Keberuntungan adalah hasil dari keberanian seseorang untuk menciptakan kesempatan yang tidak pernah dibuat oleh orang lain.
*) Kasi Kominfo BPIC Kaltim