Pembukaan Kampung Religi
KAMPOENG RELIGI 2026 RESMI DIBUKA DI ISLAMIC CENTER KALTIM, GUBERNUR DORONG PENGUATAN KERUKUNAN DAN PEMBERDAYAAN UMKM
By. Kominfo BPIC Kaltim
SAMARINDA – Kawasan Masjid Raya Baitul Muttaqien Islamic Center Kalimantan Timur tampak semarak pada Minggu malam (1/11/2026). Kegiatan Kampoeng Religi 2026 resmi dibuka dalam sebuah acara yang berlangsung di Alun-Alun Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda.
Mengusung tema “Meraih Berkah, Bersama dalam Kebaikan”, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Badan Pengelola Islamic Center (BPIC) Kalimantan Timur dengan BACKSTAGERS Samarinda. Kampoeng Religi dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari, mulai 1 hingga 7 November 2026.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Timur yang diwakili Staf Ahli Bidang III, Dr. Puguh Harjanto, S.STP., M.Si. Acara pembukaan tersebut dirangkaikan dengan Tabligh Akbar yang menghadirkan penceramah nasional, Ustadz Dr. H. Das'ad Latif, S.Sos., S.Ag., M.Si., Ph.D.
Gubernur: Jaga Kerukunan, Kembangkan Ekonomi Umat
Dalam sambutan Gubernur Kalimantan Timur yang dibacakan oleh Dr. Puguh Harjanto, disampaikan pesan penting mengenai perlunya menjaga kerukunan dan keharmonisan kehidupan antarumat beragama di Kalimantan Timur.
Menurut Gubernur, kerukunan dan keharmonisan merupakan modal sosial yang sangat berharga dalam membangun daerah. Kehidupan masyarakat yang terdiri atas berbagai suku, budaya, dan agama harus terus dipelihara melalui sikap saling menghormati, toleransi, dan semangat kebersamaan.
Gubernur juga berharap kegiatan seperti Kampoeng Religi dapat terus dikembangkan dan menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan fungsi Islamic Center. Kawasan ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah mahdhah, tetapi juga mampu mengambil peran lebih luas dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pemberdayaan ekonomi umat melalui pengembangan dan pelibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dengan demikian, kegiatan keagamaan tidak hanya memberikan manfaat spiritual, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Das'ad Latief: Jangan Sampai Meninggalkan Dunia dalam Keadaan Tidak Beriman
Suasana Tabligh Akbar semakin khidmat ketika Ustadz Das'ad Latief menyampaikan tausiah di hadapan jamaah yang hadir. Dengan gaya ceramahnya yang khas, komunikatif, dan diselingi humor, ia mengajak jamaah untuk kembali merenungkan tujuan utama kehidupan manusia, yaitu menjaga keimanan hingga akhir hayat.
Salah satu pesan penting yang disampaikannya adalah tentang ayat Al-Qur'an yang senantiasa dibacakan oleh para khatib dalam setiap khutbah Jumat, yakni Surah Ali Imran ayat 102:
“Wa la tamutunna illa wa antum muslimun.”
Yang artinya, “Dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.”
Ayat tersebut, menurut pesan yang disampaikan dalam tausiah, mengingatkan setiap Muslim agar senantiasa menjaga keimanan dan ketakwaannya. Menjadi seorang Muslim bukan hanya tentang bagaimana seseorang menjalani kehidupan hari ini, tetapi juga bagaimana ia mempersiapkan diri menghadapi akhir kehidupannya.
Ustadz Das'ad Latief kemudian mengingatkan jamaah agar tidak pernah meninggalkan salat lima waktu. Salat fardhu merupakan kewajiban utama yang harus dijaga dalam keadaan apa pun. Kesibukan pekerjaan, urusan keluarga, aktivitas ekonomi, maupun berbagai persoalan kehidupan tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kewajiban tersebut.
Ia juga mengajak jamaah untuk meningkatkan kualitas ibadah dengan membiasakan salat-salat sunah. Selain menjaga salat fardhu, umat Islam dianjurkan untuk berusaha menambahkan salat sunah rawatib, salat Dhuha, dan salat Taubat.
Pesan lainnya berkaitan dengan gaya hidup. Ustadz Das'ad mengajak jamaah untuk memperbaiki pola dan cara menjalani kehidupan agar tidak terperdaya oleh kesenangan duniawi yang justru dapat mendatangkan penderitaan.
Manusia perlu memiliki kemampuan mengendalikan keinginan, tidak berlebihan dalam mengejar kesenangan, serta lebih bijaksana dalam mengatur kehidupan. Jangan sampai sesuatu yang dikejar untuk memperoleh kebahagiaan justru menjadi sumber kesulitan dan penderitaan.
Melalui tausiah tersebut, jamaah diajak untuk tidak hanya memperhatikan keberhasilan dan kebahagiaan duniawi, tetapi juga mempersiapkan bekal kehidupan akhirat. Kualitas kehidupan seorang Muslim semestinya tercermin dari keseimbangan antara ibadah, perilaku, dan cara memperlakukan sesama.
Kolaborasi BPIC dan BACKSTAGERS Hadirkan Ruang Religi yang Kreatif
Penyelenggaraan Kampoeng Religi berangkat dari gagasan untuk mengembangkan fungsi Islamic Center agar tidak hanya menjadi pusat kegiatan peribadatan, tetapi juga menjadi ruang publik yang hidup, terbuka, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi BPIC Kalimantan Timur dengan BACKSTAGERS Samarinda, kegiatan keagamaan dikemas dengan pendekatan yang lebih kreatif dan komunikatif sehingga dapat menjangkau berbagai kelompok masyarakat, termasuk generasi muda.
Kolaborasi ini mempertemukan dua potensi yang saling melengkapi. BPIC menghadirkan lingkungan, nilai, dan semangat keagamaan, sementara BACKSTAGERS membawa pengalaman dan pendekatan kreatif dalam penyelenggaraan kegiatan.
Dakwah tidak selalu harus disampaikan melalui mimbar. Nilai-nilai agama juga dapat hadir melalui kegiatan kebudayaan, kreativitas, interaksi sosial, serta berbagai aktivitas ekonomi yang tetap berlandaskan ajaran Islam.
Dengan pendekatan tersebut, Kampoeng Religi diharapkan menjadi ruang yang menyenangkan bagi keluarga, anak-anak, generasi muda, dan masyarakat umum untuk berkumpul dalam kegiatan yang positif.
Menghubungkan Syiar Islam dengan Pemberdayaan Ekonomi
Kampoeng Religi juga diharapkan memberikan dampak yang lebih luas, terutama dalam membuka kesempatan bagi masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kegiatan yang mempertemukan masyarakat dalam jumlah besar memiliki potensi untuk menggerakkan aktivitas ekonomi. Kehadiran pelaku usaha, pedagang, dan komunitas kreatif diharapkan dapat menciptakan peluang usaha serta memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat.
Hal ini menjadi penting mengingat pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Kehadiran kegiatan seperti Kampoeng Religi menunjukkan bahwa lembaga keagamaan juga dapat mengambil bagian dalam pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan demikian, keberagamaan tidak hanya tercermin melalui aktivitas ritual, tetapi juga melalui kepedulian sosial, semangat berbagi, dan upaya membantu sesama.
Memperkuat Kerukunan dan Kebersamaan
Kalimantan Timur dikenal sebagai daerah dengan masyarakat yang majemuk, terdiri atas beragam suku, budaya, dan agama. Kehidupan yang harmonis merupakan modal sosial yang sangat berharga dan perlu terus dijaga.
Pesan Gubernur Kalimantan Timur dalam pembukaan Kampoeng Religi kembali mengingatkan bahwa kerukunan tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang akan bertahan dengan sendirinya. Kerukunan harus terus dirawat melalui sikap saling menghormati, toleransi, kepedulian, dan kerja sama dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Kampoeng Religi diharapkan turut memperkuat nilai-nilai persaudaraan tersebut. Agama hendaknya menjadi sumber kedamaian dan inspirasi untuk membangun hubungan yang baik antarsesama manusia.
Islamic Center sebagai Ruang Publik yang Memberikan Manfaat
Sebagai salah satu kawasan keagamaan di Kalimantan Timur, Masjid Raya Baitul Muttaqien Islamic Center memiliki berbagai fasilitas, mulai dari masjid, lembaga pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga fasilitas sosial dan kemasyarakatan.
Potensi tersebut perlu terus dikembangkan agar keberadaan Islamic Center semakin dekat dengan kehidupan masyarakat.
Kampoeng Religi menjadi salah satu bentuk pemanfaatan kawasan Islamic Center sebagai ruang publik yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan peribadatan, tetapi juga pendidikan, kebudayaan, kreativitas, dan pemberdayaan masyarakat.
Harapannya, kegiatan semacam ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan dapat berkembang menjadi kegiatan berkelanjutan yang melibatkan lebih banyak komunitas, organisasi, pelaku usaha, dan elemen masyarakat lainnya.
Ditutup dengan Tabligh Akbar Bersama Guru Udin
Kampoeng Religi 2026 akan berlangsung hingga Sabtu, 7 November 2026. Rangkaian kegiatan ini akan ditutup dengan Closing Ceremony dan Tabligh Akbar bersama Guru Udin pada pukul 20.00 WITA di Alun-Alun Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda.
Melalui penyelenggaraan Kampoeng Religi 2026, BPIC Kalimantan Timur bersama BACKSTAGERS Samarinda berharap dapat menghadirkan sebuah kegiatan yang memadukan syiar Islam, silaturahmi, kreativitas, dan pemberdayaan masyarakat.
Lebih dari sekadar sebuah kegiatan selama tujuh hari, Kampoeng Religi diharapkan menjadi awal tumbuhnya tradisi baru dalam memakmurkan kawasan Islamic Center.
Sebab, kemakmuran sebuah masjid bukan semata-mata terlihat dari megahnya bangunan atau banyaknya orang yang datang untuk beribadah, melainkan juga dari seberapa besar manfaat keberadaannya bagi kehidupan umat dan masyarakat di sekitarnya.
By. Djoko Iriandono