Kerikil Kecil
Oleh: Djoko Iriandono *)
Beberapa hari terakhir jagad maya dihebohkan oleh adanya video dari seorang ustad terkenal yang dalam ceramahnya tanpa disadari telah menghina seorang penjual “es teh keliling”. Sebagai seorang penceramah, ustad tersebut memang terkenal suka berkelakar dengan mengunakan kata-kata yang sedikit kasar dalam setiap penampilannya. Tidak perduli orang lain tersinggung atau tidak, sang ustad selalu mengumbar kata-kata yang dinilai oleh banyak orang tidak pantas apalagi diucapkan oleh seorang ustad.
Sang ustad ini rupanya tidak pernah menyadari bahwa hal yang dianggapnya sebagai gurauan kecil dan tak berarti ini pada akhirnya harus membuat ia menelan "pil pahit" yaitu berupa hujatan dari para netizen. Kejadian ini pada akhirnya mengingatkan Penulis pada suatu pepatah yang berbunyi “Banyak orang yang jatuh bukan karena tersandung batu yang besar, melainkan tergelincir oleh sebutir kerikil yang kecil." Begitu juga yang terjadi pada pak ustad yang satu ini.
Dalam kehidupan, sering kali kita membayangkan bahwa ancaman terbesar datang dari hal-hal besar dan mencolok. Kita merasa lebih siap menghadapi tantangan besar seperti keputusan penting dalam karier, hubungan, atau pendidikan. Namun, ada pepatah yang mengatakan, "Banyak orang yang jatuh bukan karena tersandung batu yang besar, melainkan tergelincir oleh sebutir kerikil yang kecil." Pepatah ini mengingatkan kita untuk tidak meremehkan hal-hal kecil yang tampak sepele, tetapi justru berpotensi memberikan dampak besar.
Kekuatan Hal-Hal Kecil
Kerikil kecil sering kali tidak terlihat oleh mata, apalagi dianggap penting. Sama halnya dalam kehidupan sehari-hari, kesalahan kecil seperti bergurau yang berlebihan dengan menggunakan kata-kata kurang senonoh, menunda pekerjaan, mengabaikan janji kecil, atau lupa menjaga komunikasi bisa berakibat besar dalam jangka panjang. Sebuah kesalahan kecil yang terus dibiarkan akan menumpuk dan akhirnya menciptakan masalah besar.
Sebagai contoh, seorang karyawan mungkin gagal menyelesaikan tugasnya tepat waktu bukan karena kurang kompetensi, tetapi karena menunda pekerjaan kecil yang tampaknya tidak signifikan. Dalam hubungan antarindividu, konflik besar sering kali bermula dari permasalahan kecil yang tidak segera diselesaikan, seperti kesalahpahaman sederhana atau kelalaian dalam menjaga rasa hormat.
Bahaya Meremehkan
Meremehkan hal kecil bisa menjadi kebiasaan yang membahayakan. Dalam dunia profesional, kesalahan kecil seperti salah mengetik angka dalam laporan keuangan atau melupakan prosedur keselamatan dapat menyebabkan kerugian besar bagi perusahaan. Dalam kehidupan pribadi, pola makan tidak sehat yang terlihat kecil, seperti kebiasaan mengonsumsi makanan berlemak setiap hari, bisa menjadi penyebab penyakit kronis di masa depan.
Hal ini menunjukkan bahwa kesalahan kecil, jika tidak disadari atau diperbaiki, dapat menjadi "kerikil" yang menyebabkan seseorang tergelincir. Di sisi lain, perhatian terhadap detail kecil dapat membantu seseorang mencegah masalah besar.
Belajar dari Kerikil
Kerikil kecil memiliki peran penting dalam memberikan pelajaran berharga. Ketika seseorang tergelincir, dia diberi kesempatan untuk menyadari kelemahan dan memperbaiki langkah. Pengalaman jatuh karena hal kecil sering kali membuat kita lebih berhati-hati dan waspada di masa depan.
Penting untuk menumbuhkan sikap mindfulness, yaitu kesadaran penuh terhadap apa yang kita lakukan dan keputusan yang kita ambil, meskipun terlihat remeh. Dengan menyadari setiap langkah kecil yang kita ambil, kita dapat menghindari kesalahan yang tidak perlu dan lebih siap menghadapi tantangan yang lebih besar.
Pepatah "Banyak orang yang jatuh bukan karena tersandung batu yang besar, melainkan tergelincir oleh sebutir kerikil yang kecil" mengajarkan kita untuk tidak mengabaikan detail kecil dalam hidup. Hal kecil yang dikelola dengan baik dapat menjadi fondasi yang kuat untuk keberhasilan, sedangkan kesalahan kecil yang diabaikan dapat menjadi penyebab kegagalan. Dengan menjaga perhatian terhadap hal-hal kecil, kita tidak hanya dapat mencegah kejatuhan, tetapi juga membangun kehidupan yang lebih stabil dan sukses.
*) Kasi Kominfo BPIC