Detail Update

Detail Update

Jangan Pernah Mempersulit Urusan Orang Lain Jika Bisa Memudahkannya

Card image cap Berbuat baik

Oleh: Djoko Iriandono, S.E., M.A*)

Dalam kehidupan sehari-hari, kita (terutama yang bekerja di sektor layanan masyarakat) sering dihadapkan pada berbagai tugas dan urusan yang perlu diselesaikan. Kadang-kadang, kita juga berinteraksi dengan orang lain yang sedang menghadapi kesulitan atau tantangan. Saat kita berada dalam posisi untuk membantu, kita seharusnya tidak pernah mempersulit urusan orang lain jika ada cara untuk membuatnya lebih mudah. Janganlah pernah berfikir untuk membuatnya susah. Mengapa? Karena sikap selalu berupaya untuk mempermudah urusan orang itu mencerminkan nilai-nilai kebajikan seperti empati dan penghargaan terhadap kesederhanaan. Lalu mengapa ada orang yang yang dalam kesehariannya justru bertindak untuk mempersulit orang lain?

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan orang berusaha untuk mempersulit urusan orang lain. Beberapa faktor ini termasuk:

  1. Persaingan: Dalam beberapa situasi, orang mungkin merasa persaingan dengan orang lain dan berusaha untuk mempersulit urusan mereka agar mereka sendiri bisa mendapatkan keuntungan atau keunggulan. Hal ini terutama terjadi di dunia bisnis atau lingkungan profesional di mana persaingan untuk mendapatkan posisi atau keuntungan tertentu sangat tinggi.
  2. Rasa cemburu atau iri hati: Orang kadang-kadang dapat merasa cemburu atau iri terhadap keberhasilan atau kebahagiaan orang lain. Untuk meredakan perasaan ini, mereka mungkin berusaha mempersulit urusan orang lain agar mereka juga merasakan ketidaknyamanan atau kegagalan.
  3. Perasaan superioritas: Beberapa orang mungkin memiliki pandangan superioritas terhadap orang lain, entah itu berdasarkan status sosial, kekayaan, atau pengetahuan. Mereka mungkin merasa senang atau merasa berkuasa dengan mempersulit urusan orang lain sebagai cara untuk memperkuat perasaan superioritas mereka.
  4. Ketidaksetujuan atau perbedaan pendapat: Jika ada perbedaan pendapat atau konflik antara dua orang, salah satu pihak mungkin berusaha untuk mempersulit urusan pihak lain sebagai cara untuk menunjukkan ketidaksetujuan atau membalas dendam.
  5. Niat jahat atau keinginan untuk menyakiti: Sayangnya, ada juga orang-orang yang memiliki niat jahat dan merasa senang menyakiti atau mempersulit urusan orang lain. Mereka mungkin merasa kuasa atau merasa mendapatkan kepuasan pribadi dari menyebabkan kesulitan bagi orang lain.
  6. Senang membuat orang susah dan susah melihat orang senang: Banyak orang yang mengidap penyakit hati jenis ini. Mereka merasa gerah kepanasan kalau mendengar atau melihat orang mendapat kesenangan dalam berbagai bentuknya, dan sebaliknya mereka justru merasa senang kalau melihat orang lain menderita karena mendapat musibah. Penyakit inilah yang mendorong seseorang untuk selalu berfikir bagaimana cara mempersulit urusan orang lain.

Dalam situasi tertentu, kombinasi dari beberapa faktor di atas dapat mempengaruhi perilaku seseorang. Penting untuk diingat bahwa tidak semua orang memiliki niat untuk mempersulit urusan orang lain, dan ada banyak individu yang justru berusaha membantu dan mendukung orang lain dalam mencapai tujuan mereka.

Mempersulit urusan orang lain tidak hanya merugikan mereka secara langsung, tetapi sesungguhnya juga menciptakan lingkungan yang tidak menghormati dan tidak mendukung. Ketika kita memilih untuk memudahkan urusan orang lain, kita membangun hubungan yang kuat, saling percaya, dan berbagi nilai-nilai positif. Berbagi pemikiran dan pengetahuan untuk membantu orang lain mencapai tujuan mereka adalah langkah penting dalam membangun masyarakat yang saling menghormati dan mendukung.

Saat kita mempersulit urusan orang lain, kita pada dasarnya menciptakan hambatan yang tidak perlu dalam hidup mereka. Dalam masyarakat yang saling mendukung, kita seharusnya berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup bersama. Dengan memudahkan urusan orang lain, kita membantu mengurangi stres, kebingungan, dan kesulitan yang mereka alami. Hal ini berdampak positif pada kehidupan mereka, memungkinkan mereka untuk fokus pada hal-hal yang lebih penting dan merasa didukung dalam perjalanan mereka.

Kita mungkin tidak sepenuhnya memahami kesulitan yang dihadapi oleh orang lain. Namun, bukankah lebih bijaksana untuk membangun empati dan mencoba melihat situasi dari sudut pandang mereka? Ketika kita menyadari bahwa sesuatu yang kita anggap sederhana mungkin menjadi rumit bagi orang lain, kita bisa membantu dengan memberikan panduan, penjelasan, atau dukungan yang diperlukan. Mengabaikan peluang ini dan mempersulit urusan orang lain hanya akan menciptakan ketidaknyamanan dan meningkatkan beban mereka.

Membantu orang lain dan menyederhanakan urusan mereka sesungguhnya adalah tindakan yang bermuara pada kebaikan. Saat kita memutuskan untuk mempersulit urusan orang lain, kita sebenarnya telah menghancurkan kesempatan untuk berbuat baik. Bukankah kita ingin hidup dalam masyarakat yang penuh saling membantu dan memudahkan satu sama lain? Oleh karena itu, penting bagi kita untuk merangkul kesempatan untuk memberikan kontribusi positif dengan memudahkan urusan orang lain.

Kesederhanaan adalah kunci untuk mencapai efisiensi dan produktivitas yang lebih tinggi. Dalam berbagai aspek kehidupan, kita sering menemukan bahwa mengubah proses yang rumit menjadi sederhana dapat menghemat waktu, energi, dan sumber daya. Oleh karena itu, menghargai penghargaan terhadap kesederhanaan berarti kita tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga membantu menciptakan dunia yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Ketika kita memilih untuk memudahkan urusan orang lain, kita sebenarnya mengajak mereka untuk berkolaborasi dengan kita secara lebih efektif. Dengan menghargai dan memudahkan kebutuhan mereka, kita membuka pintu untuk hubungan yang saling menguntungkan. Kolaborasi yang baik memungkinkan pertukaran ide, pengetahuan, dan dukungan antara individu. Dalam lingkungan seperti itu, timbal balik yang positif dapat berkembang, di mana setiap orang merasa dihargai dan dihormati.

Sikap kita terhadap memudahkan urusan orang lain juga memiliki dampak yang lebih luas dalam masyarakat. Ketika orang-orang melihat kita berusaha untuk membuat hidup lebih mudah bagi orang lain, mereka cenderung terinspirasi dan terdorong untuk melakukan hal yang sama. Tindakan kecil ini dapat memicu gerakan sosial yang lebih besar, di mana setiap individu berkomitmen untuk saling membantu dan memperhatikan kebutuhan orang lain. Dengan memberikan teladan yang positif, kita berkontribusi pada perubahan yang lebih besar dan membangun masyarakat yang lebih inklusif dan harmonis.

Bapak/Ibu para pembaca yang selalu berfikiran positif …, kita diberi kesempatan untuk membuat perbedaan yang positif dalam kehidupan orang lain. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan tidak mempersulit urusan mereka jika ada cara untuk membuatnya lebih mudah. Melalui kebaikan, empati, dan penghargaan terhadap kesederhanaan, kita dapat membantu menciptakan dunia yang lebih baik, di mana kita saling membantu dan mendukung satu sama lain. Jadi, mari kita tinggalkan sikap mempersulit dan mulailah menyederhanakan urusan orang lain untuk menciptakan perubahan yang positif di dunia ini.

Dalam kehidupan kita, kita memiliki kekuatan untuk mempengaruhi dan membantu orang lain. Memudahkan urusan orang lain adalah tindakan kebaikan yang sederhana namun sangat berarti. Dengan menghargai kesederhanaan, memahami tantangan orang lain, dan menciptakan lingkungan saling menghormati, kita dapat membangun kolaborasi yang positif dan meningkatkan kualitas kehidupan bersama. Lebih dari itu, kita memberikan teladan untuk perubahan yang lebih besar di masyarakat. Jadi, mari kita tetap berkomitmen untuk tidak pernah mempersulit urusan orang lain jika kita bisa membuatnya lebih mudah, dan berperan aktif dalam menciptakan dunia yang lebih baik untuk semua orang.

Sebagai penutup disini Penulis kutipkan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai berikut : Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang menghilangkan kesusahan dari kesusahan-kesusahan dunia orang mukmin, maka Allah akan menghilangkan kesusahan dari kesusahan-kesusahan hari kiamat. Barangsiapa yang memberi kemudahan orang yang kesulitan (utang), maka Allah akan memberi kemudahan baginya di dunia dan akhirat. Siapa yang menutup aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan di akhirat. Siapa saja yang menolong saudaranya, maka Allah akan menolongnya sebagaimana ia menolong saudaraya.

 

*) Kasi Kominfo BPIC Kaltim.