Das'at Latief Hadir di SMAN 3 Samarinda
USTADZ DAS’AD LATIEF HADIR DI SMAN 3 SAMARINDA, SAMPAIKAN PESAN PENUH MAKNA TENTANG SALAT, ILMU, DAN PENGABDIAN GURU
Oleh: Djoko Iriandono, S.E., M.A
Ketua Komite SMAN 3 Samarinda
SAMARINDA – Suasana pagi di SMA Negeri 3 Samarinda (SMAGA) terasa istimewa dan penuh kebahagiaan. Kehadiran Ustadz Dr. H. Das’ad Latief, S.Sos., S.Ag., M.Si., Ph.D. di tengah-tengah keluarga besar SMAN 3 Samarinda menjadi momen yang sangat disyukuri oleh seluruh warga sekolah.
Tidak setiap sekolah di Samarinda mendapatkan kesempatan untuk dikunjungi langsung oleh dai kondang yang dikenal luas melalui ceramah-ceramahnya tersebut. Karena itu, kehadiran Ustadz Das’ad Latief bukan sekadar menjadi agenda ceramah atau tausiah, tetapi juga kesempatan berharga bagi para siswa, guru, dan seluruh warga sekolah untuk mendapatkan nasihat serta suntikan motivasi kehidupan.
Dalam tausiahnya, Ustadz Das’ad Latief menyampaikan pesan-pesan sederhana, tetapi sangat mendasar. Pesan yang tidak hanya menyentuh kehidupan beragama, tetapi juga berkaitan erat dengan tanggung jawab sebagai pelajar dan pendidik.

Pesan pertama yang ditekankan adalah jangan pernah meninggalkan salat. Nasihat ini ditujukan kepada seluruh siswa maupun guru. Salat bukan sekadar kewajiban seorang muslim, melainkan juga fondasi kehidupan yang menjadi pengingat manusia untuk senantiasa dekat dengan Allah SWT. Kesibukan belajar, mengajar, dan menjalankan berbagai aktivitas jangan sampai menjadi alasan untuk melalaikan salat lima waktu.
Kepada para siswa, Ustadz Das’ad Latief memberikan motivasi agar senantiasa rajin belajar dan memiliki semangat juang yang tinggi. Meraih cita-cita membutuhkan kesungguhan, kedisiplinan, dan ketekunan. Tidak ada keberhasilan yang datang begitu saja tanpa usaha dan perjuangan.
Beliau juga mengingatkan pentingnya menghormati dan menaati nasihat guru. Guru bukan hanya orang yang menyampaikan pelajaran di ruang kelas, tetapi juga sosok yang dengan kesabaran membimbing, mengarahkan, dan mempersiapkan masa depan para siswanya. Menghormati guru merupakan bagian dari adab dalam menuntut ilmu.
Sementara kepada para guru, Ustadz Das’ad Latief menitipkan pesan agar senantiasa bersabar dalam menjalankan tugas mendidik, mengajar, dan melatih siswa. Menjadi guru memang bukan pekerjaan yang selalu mudah. Setiap anak memiliki karakter, kemampuan, dan persoalan yang berbeda. Dibutuhkan kesabaran, ketulusan, serta keikhlasan agar proses pendidikan benar-benar mampu membentuk manusia yang berilmu dan berakhlak.
Ada satu hal penting yang patut direnungkan oleh setiap guru dari pesan tersebut. Guru sesungguhnya merupakan profesi yang memiliki peluang sangat besar untuk mengumpulkan amal jariah.
Para guru patut bersyukur karena Allah SWT telah memberikan ilmu, kesempatan, dan kepercayaan untuk mendidik anak-anak. Melalui ilmu yang dimiliki, guru ikut membantu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kualitas hidup, bahkan masa depan para siswanya.
Bayangkan, seorang siswa yang dahulu datang ke sekolah dengan segala keterbatasannya, kemudian tumbuh menjadi manusia yang berhasil, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat. Di balik perjalanan keberhasilannya, ada peran guru yang pernah mengajarkan membaca, menulis, berhitung, membangun karakter, menanamkan nilai-nilai kehidupan, dan memberikan semangat ketika anak didiknya hampir kehilangan harapan.
Ilmu yang diajarkan dengan ikhlas, nasihat yang diberikan dengan ketulusan, serta kebaikan yang ditanamkan kepada peserta didik insyaallah akan menjadi bekal amal yang pahalanya terus mengalir.
Lebih dari itu, alangkah indahnya apabila kelak para siswa yang pernah dididik dengan penuh keikhlasan senantiasa mengingat jasa gurunya dan menyelipkan doa untuk keselamatan, kesehatan, serta kebahagiaan gurunya, baik di dunia maupun di akhirat.
Mungkin seorang guru sudah lupa nama dan wajah seluruh siswanya. Namun, bisa jadi ada seorang siswa yang puluhan tahun kemudian masih mengingat nasihat sederhana yang pernah disampaikan gurunya. Bahkan, ketika guru tersebut telah tiada, doa dari anak didiknya yang tumbuh menjadi pribadi saleh dan bermanfaat tetap menjadi harapan kebaikan yang tidak ternilai.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa tugas seorang guru tidak berhenti pada penyampaian materi pelajaran. Ada tanggung jawab yang lebih besar, yaitu membimbing anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang baik, memiliki karakter, dan mampu menjalani kehidupan dengan nilai-nilai agama.
Bagi keluarga besar SMAN 3 Samarinda, kehadiran Ustadz Das’ad Latief pagi itu menjadi anugerah sekaligus pengalaman yang berkesan. Ada rasa syukur dan kebahagiaan karena sekolah mendapatkan kesempatan untuk menghadirkan sosok pendakwah yang dikenal luas dengan gaya ceramahnya yang khas, komunikatif, dan diselingi humor, tetapi tetap sarat dengan pesan moral dan keagamaan.
Semoga nasihat yang telah disampaikan tidak berhenti sebagai kenangan dari sebuah kegiatan pagi, tetapi benar-benar tertanam dalam hati dan tercermin dalam perilaku sehari-hari.
Para siswa semakin rajin beribadah, tekun belajar, dan menghormati guru. Sementara para guru semakin kuat menjaga keikhlasan dan kesabaran dalam mendidik generasi penerus bangsa.
Sebab, pendidikan yang baik tidak hanya melahirkan anak-anak yang cerdas secara akademik, tetapi juga generasi yang dekat dengan Allah, memiliki adab, menghormati orang tua dan guru, serta siap memberikan manfaat bagi sesama.
Terima kasih Ustadz Das’ad Latief atas kunjungan dan nasihat yang diberikan. Semoga menjadi keberkahan bagi seluruh keluarga besar SMAN 3 Samarinda.
Semoga dari ruang-ruang kelas SMAGA lahir generasi yang saleh, cerdas, dan berakhlak mulia. Dan semoga dari setiap ilmu yang diajarkan, mengalir pahala yang menjadi bekal para guru hingga kehidupan akhirat.